Dengan mengusung tema, “Al-Quds, Poros Perlawanan Kaum Tertindas” ratusan aktivis mahasiswa dan warga Makassar yang tergabung dalam Aliansi Solidaritas Palestina disingkat ALITSNA menggelar aksi demonstrasi dan solidaritas terhadap Palestina di depan Monumen Mandala kota Makassar pada Jumat (29/4).
Menurut Kantor Berita ABNA, dengan mengusung tema, “Al-Quds, Poros Perlawanan Kaum Tertindas” ratusan aktivis mahasiswa dan warga Makassar yang tergabung dalam Aliansi Solidaritas Palestina disingkat ALITSNA menggelar aksi demonstrasi dan solidaritas terhadap Palestina di depan Monumen Mandala kota Makassar pada Jumat (29/4).
Aksi mengecam kebiadaban rezim Zionis tersebut dalam rangka memperingati Hari Al-Quds Internasional, yaitu hari bersatunya umat Islam sedunia menyuarakan pembelaan pada Palestina dan mengutuk rezim penjajah Israel. Hari Al-Quds Internasional pertama kali digagas oleh Imam Khomeini dengan menetapkan hari Jumat terakhir Ramadan sebagai hari solidaritas umat Islam sedunia pada nasib Palestina dan Republik Islam Iran menjadi negara pertama yang menggelarnya.
Setelah 43 tahun berlalu, aksi tahunan ini semakin semarak dengan semakin banyak negara yang turut memperingatinya, termasuk di sejumlah negara Eropa dan Amerika. ALITSNA adalah diantara perhimpunan organisasi di Makassar yang kerap menggelar aksi Hari Al-Quds setiap tahunnya di Makassar. Terhenti dalam dua tahun terakhir karena pandemi, peringatan Hari Al-Quds Internasional kembali semarak di kota yang dikenal dengan julukan kota Daeng tersebut.
Selain orasi dan pembacaan puisi, panitia aksi juga membagikan paket makanan buka gratis, masker dan stiker Palestina termasuk selebaran yang berisi artikel mengapa harus turun ke jalan menyuarakan pembelaan pada Palestina.
Koordinator aksi Bela Palestina, Khusnul Yaqin dalam pernyataannya menyebutkan kejahatan terbaru rezim Zionis di Palestina terutama pada jamaah Masjid al-Aqsa selama bulan Ramadan membuat aksi solidaritas pada Palestina perlu makin digalakkan. Pelarangan warga Nasrani Palestina untuk merayakan Paskah di Yerussalem oleh rezim Zionis juga mendapat sorotan dari aksi ini.
"Ini adalah aksi spontanitas akibat prilaku Israel terlaknat yang kembali mengganggu ketenangan Saudara- Saudara Muslim kami di Bulan Ramadhan dan Saudara Nasrani kami di hari Paskah baru-baru ini," tegas Khusnul Yakin.
Aksi yang dimulai pukul 16.00 dan berakhir 18.30 waktu setempat tersebut berjalan dengan tertib.